NASIHAT RAJA NUSYIRWAN
Diceritakan bahwa sementara daging rusa buruan telah di goreng untuk santapan Raja Nusyirwan yang adil dalam sebuah pesta ketika baginda sedang berburu, garam tidak ada. Seorang pemuda disuruh pergi ke kampung terdekat untuk mencari garam. Nusyirwan berkata,
“Bayarlah garam yang kauperoleh, jangan sampai timbul kebiasaan buruk yang membuat desa runtuh.”
Setelah di tanya kerugian apa yang bisa timbul dari kebutuhan yang sepele itu, Nusyirwan menjawab:
“Dalih untuk menindas di dunia ini kecil, namun siapa yang berhasil membesar-besarkannya maka dalih itu akan menjadi besar. Jika seorang raja makan sebuah epal dari kebun milik seseorang, maka hamba-hambanya akan mencabut pohon itu seakar-akarnya. Demi lima butir telur, yang diperintahkan Sultan untuk mengambilnya dengan paksa, orang-orang yang menjadi perajurit-perajuritnya akan merampas seribu unggas di kolam air!”
Seorang tiran takkan kekal didunia
Namun kutukan padanya bertahan selamanya
UCAPAN SYUKUR
Aku tak pernah menangisi waktu yang terus berputar atau mengeluhi peralihan nasib, kecuali suatu ketika aku tak punya terompah dan tak mendapatkan sandal untuk alas kaki. Namun waktu masuk mesjid agung Kufah dengan perasaan sedih, kulihat ada orang masuk pula tanpa alas kaki. Baru aku bersyukur atas rahmat yang dilimpahkan Allah kepadaku. Kutahan keinginanku untuk memperoleh terompah yang mahal, seraya berkata:
“Sepotong ayam panggang tak ada artinya di mata seorang yang perutnya kenyang bagaikan setumpuk sayur bayam di atas meja; namun bagi mereka yang tak mampu membeli lobak setumpuk sayuran sama nilainya dengan sepotong ayam panggang.”
APABILA MENGUMPAT DIHALALKAN
Tiga orang yang diperbolehkan menerima umpatan.
Pertama, raja zalim yang menindas rakyatnya. Adalah halal membicarakan perbuatan jahatnya agar rakyat berhati-hati terhadapnya.
Kedua, orang yang tak tahu malu. Tidak berdosa berkata buruk mengenai orang semacam ini, kerana perilakunya sendiri sudah menunjukkan kesalahan.
Ketiga, orang yang suka mengurangi timbangan dan seorang penipu. Katakanlah apa saja yang kau tahu tentang keburukannya.
TENTANG PENDIDIKAN
Orang-orang yang mengendalikan tali kekang nafsunya dari yang diharamkam berarti keberaniannya telah melampaui tokoh-tokoh perkasa seperti Rustam dan Samson.
Budak hawa nafsu adalah musuh yang paling mengerikan bagimu. Jiwa raga kita bagaikan kota, yang mengandung kebaikan dan kejahatan. Kau adalah rajanya dan Akal adalah menterimu yang bijaksana.
Di kota itu, orang-orang yang keras kepala memperdagangkan ketamakan dan kebakhilan mereka. Tawakkal dan sederhana adalah warga yang harum dan bijak. Nafsu dan Menyia-nyiakan waktu adalah pencuri dan pencopet.
Bila raja mengasihi orang jahat, bagaimana orang bijaksana bisa merasa tenteram?
Nafsu jahat, iri hati, dan kebencian bersatu padu dalam dirimu seperti darah dalam pembuluhnya. Jika musuh-musuhmu ini memperoleh kekuatan, mereka akan melawan perintah dan nasihatmu. Tak akan mereka melawan bila melihat betapa kerasnya Akal.
Para perompak dan bajingan tak akan berkeliaran jika patroli polisi memadai.
Penguasa yang tidak menghukum orang jahat berarti kalah dari musuh negara itu.
Tak banyak yang akan kubicarakan tentang ini; sepatah kata sudah cukup bagi orang suka berbuat dari apa yang sudah dibacanya.
- Sa’di
AKULAH
Akulah orang yang kudamba
Dan seseorang yang kudamba adalah aku
Kami ini dua nyawa padu dalam satu badan
Bila kau pandang aku kau pandang Dia
Bila kau tatap Dia terpandang Aku jua
- Al-Hallaj
HANYA TUHAN KULIHAT
Di pasar, di biara – hanya Tuhan kulihat.
Di lembah dan gunung – hanya Tuhan kulihat.
Sering ia terlihat di sampingku dalam bencana.
Dalam senang dan keberuntungan – hanya Tuhan kulihat.
Waktu berdoa dan puasa, waktu sembahyang dan tafakur,
Dalam agama Rasulullah – hanya Tuhan kulihat.
Bukan jiwa atau tubuh, bukan kejadian atau hakikat,
Bukan sifat atau sebab, – hanya Tuhan kulihat.
Kubuka mata dengan sinar wajah-Nya di sekelilingku
Yang terjumpa mata dalam segala – hanya Tuhan kulihat.
Seperti lilin aku lebur dalam nyala-Nya
Dalam kepungan api berkobar – hanya Tuhan kulihat.
Kulihat jelas dengan mataku diriku
Namun bila kulihat dengan mata Tuhan – hanya Tuhan kulihat.
- Baba Kuhi
CINTA
Karena cinta duri menjadi mawar
Karena cinta cuka menjelma anggur segar
Karena cinta pentungan jadi mahkota penawar
Karena cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Karena cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Karena cinta tumpukan debu kelihatan sebagai taman
Karena cinta api yang berkobar-kobar jadi cahaya yang menyenangkan
Karena cinta Setan berubah menjadi Bidadari
Karena cinta batu yang keras menjadi lembut bagai mentega
Karena cinta duka menjadi riang gembira
Karena cinta hantu berubah jadi malaikat
Karena cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Karena cinta sakit jadi sihat
Karena cinta amarah berubah menjadi keramah-tamahan.
- Jalaluddin Rumi
DIWAN SHAMSI TABRIZ
Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar
Namun bila Cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku.
Meskipun lidahku telah mampu menguraikannya dengan terang.
Namun tanpa lidah Cinta menjadi lebih terang.
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya.
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada Cinta.
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya bagaikan keledai dalam lumpur.
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan
Matahari membuktikan sendiri dengan sinarnya; jika bukti datang jangan palingkan wajahmu darinya.
Cinta yang tergantung pada warna bukanlah cinta:
Warna akhirnya luntur, begitulah cinta sesaat harus kau enyahkan.
Cinta sesaat harus diganti cinta hakiki dan apa saja selain “Aku” harus dienyahkan.
PENGETAHUAN DAN PENDAPAT
Pengetahuan punya dua sayap, Pendapat cuma satu sayapnya
Pendapat mengurangi dan membatasi penerbangan
Burung dengan satu sayap akan cepat jatuh
Dia cuma mampu terbang dengan dua tiga kali mengepakkan sayap
Burung, Pendapat, jatuh dan bangun
Terbang dengan satu sayap dengan harapan mencapai sarang
Namun apabila ia bebas dari Pendapat
Pengetahuan akan menunjukkan wajahnya kepadanya
Dan burung satu sayap akan menjadi dua sayapnya
Lalu ia mengembangkan sayapnya, tegak dan lurus berjalan
Tak jatuh terlentang ataupun terlungkup
Dia terbang membubung tinggi dengan dua sayap
Seperti Jibril yang tak pernah keliru sedikitpun.
- Diwan Shamsi Tabriz
LURUS
Lurus mengacu ke depan hati seorang insan
Bagai timbunan salju mendatarkan gunung-gunung
Seperti hening malam mengenyahkan hiruk pikuk siang
Sejuk bagai irama air sebuah pancuran
Tak akan seseorang menjadi sesat jalan
Jika di hatinya bersemayam sebuah ucapan:
Hanya kepada Tuhan kuletakkan kepercayaan
Dialah cuma yang bisa menunjukkan jalan
KARAM
Mataku membanjir rinduku kehendaknya
Hatiku membakar di api nafsunya
Dalam semua aku hapus
Dalam banjir karam dalam api hangus
-Sa’di